Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

Polisi Gagalkan Penyelundupan Ratusan Liter Miras
Rabu, 24/06/2015 21:10 WIB

TEMINABUAN–Tim Khusus (Timsus) Pemberantasan Minuman Keras (Miras) Polres Sorong Selatan (Sorsel) yang dibentuk Kapolres Sorsel AKBP Alexander Louw, SH berhasil menggagalkan penyelundupan 300 liter miras berbagai jenis ke Teminabuan. Penangkapan miras yang diangkut dengan mobil Avanza nomor polisi B 1634 KRK ini pada Rabu (24/6) dinihari di pertengahan jalan Klamit-Teminabuan. Timsus berhasil menangkap ratusan liter miras yang akan dibawa ke Teminabuan tersebut berawal dari informasi dari anggota Polres Sorsel yang bertugas jaga di Pos Perbatasan Mlabolo. Ketika mobil Avanza tersebut melintas di Pos Perbatasan Mlabolo sekitar hari Rabu dinihari jam 01.00 WIT, anggota Polres menghentikan mobil tersebut untuk diperiksa bawaaannya seperti biasanya. Namun mobil tersebut tidak menghiraukan dan terus melaju. Untuk itulah anggota Polres terus mengikuti mobil tersebut, apalagi tercium bau menyengat dari dalam mobil tersebut. Untuk itulah mobil tersebut dihentikan di tengah jalan sebelum memasuki Teminabuan. Polisi saat ini mengamankan ratusan liter miras tersebut dan mobil Avanza yang mengangkut miras guna diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hal ini diungkapkan Kapolres Sorsel AKBP Alexander Louw, SH Rabu kemarin saat menunjukan hasil penangkapan ratusan liter miras tersebut di halaman Mapolres Sorsel.
 Kapolres Alexander Louw menjelaskan, miras yang diamankan terdiri dari 30 karton bir bintang, 40 plastik miras lokal Cap Tikus (CT)  dan 60 botol Vodka Robinson. Berdasarkan keterangan sopir yang mengendarai mobil Avanza tersebut, pemilik ratusan liter miras tersebut adalah seorang ibu rumah tangga berinisial PH. Pelaku memanfaatkan waktu tengah malam hingga dinihari atau jam-jam kecil saat aparat sedang istirahat tidur di Pos Perbatasan. Dengan demikian pelaku mudah memasukan miras ke Teminabuan yang nyata-nyata dilarang oleh Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sorsel. Namun pelaku salah menduga, aparat kepolisian di Pos Perbatasan Mlabolo selalu siap 24 jam untuk memeriksa setiap kendaraan yang melintas. Pemilik miras berinisial PH belum diketahui keberadaannya, saat ini polisi terus memburu pemilik miras tersebut. Penyidik akan menjerat pelaku dengan UU Pangan No.18 Tahun 2012 pasal 107, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda sebesar  Rp.10 Miliar. ”Kami menjerat pelaku dengan Undang-Undang Pangan, pelaku terancam dihukum 5 tahun penjara dan denda Rp.10 Miliar,“ tegasnya. (humas/julius)

Berita Lainnya