Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

Pemda-TNI Gelar Apel Nasional Nusantara Bersatu
Senin, 19/12/2016 12:57 WIB

TEMINABUAN-Pemkab Sorong Selatan (Sorsel) bersama TNI-AD dalam hal ini Koramil Teminabuan mengadakan Apel Nasional Nusantara Bersatu baru-baru ini di Aula Dstrik Teminabuan atau Gedung Putih. Apel Nasional Nusantara Bersatu tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh tanah air Indonesia, termasuk di Kabupaten Sorsel. Kegiatan yang bernuansa kebangsaan ini untuk merawat keberagaman atau kebhinekaan bangsa Indonesia yang sudah diperjuangkan para pahlawan. Untuk itulah Apel Nasional ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai macam suku, ras dan agama yang ada di Kabupaten Sorsel. Apel Nasional Nusantara Bersatu diikuti tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, pelajar dan mahasiswa. Semua masyarakat yang ikut dalam Apel Nasional Nusantara Bersatu menggunakan ikan kepala merah putih melambangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hadir dalam Apel Nasional tersebut Bupati Sorsel Samsudin Anggiluli, SE; Kapolres Sorsel AKBP Iwan Surya Ananta, S.IK; Ketua DPRD Kabupaten Sorsel Jevries Kewetare, SP; Wakil Bupati (Wabup) Sorsel Drs.Martinus Salamuk; Plt.Sekda Dance Yulian Flassy, SE, M.Si; Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sorsel Jonathan Sadrafle, SH, Ketia TP-PKK Kabupaten Sorsel Ny.Beatriks Anggiluli dan sejumlah Pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Sorsel.
 Bupati Samsudin Anggiluli yang tampil menyampaikan orasi pertama kali membakar semangat masyarakat dengan pidato yang berapi-api disertai pekik merdeka. Dengan gaya orasi mirip Bung Karno Bupati Samsudin Anggiluli menegaskan, pahlawan mengorbankan jiwa dan raganya tanpa memikirkan keuntungan apa yang diperoleh untuk membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kita patut bersyukur kepada Tuhan karena NKRI yang terdiri dari ribuan bahasa daerah, ribuan suku serta 6 agama dan sejumlah aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME) tetap ada dan hidup rukun hingga saat ini mencapai usia 71 tahun. Kita tidak ingin seperti negara lain yang satu agama serta satu suku tapi terlibat konflik yang berkepanjangan. Kbhinekaan dan keberagaman suku, agama dan ras harus dijaga bersama-sama. Terutama generasi muda yang merupakan penerus bangsa. Empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika tetap dipelihara.
 Selanjutnya tampil berturut-turut sebagai orator antara lain Ketua DPRD Jevries Kewetare, Kapolres AKBP Iwan Surya Ananta, Kepala Kantor Kemenag Jonathan Sadrafle dan Ketua KNPI Alfius Way. Orasi yang disampaikan intinya bergandengan tangan memelihara keberagaman suku, agama dan ras serta menjaga Bhineka Tunggal Ika. Pahlawan pendahulu kita berjuang tanpa memikirkan apa yang harus dikorbankan demi NKRI. Oleh karena itu sebagai generasi penerus harus menjaganya, NKRI harga mati. Berbagai perisitiwa belakangan ini di negara kita akibat degradasi moral, sehingga perlu dihidupkan kembali semangat kebangsaan. Tokoh agama serta pemuda harus bergandengan tangan memupuk persaudaraan antar umat beragama. Apel Nasional Nusantara Bersatu diakhiri dengan pembacaan Puisi Kebangsaan dan menyanyi lagu Satu Nusa Satu Bangsa serta pekik Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika serta Nusantara Bersatu. (humas/julius)