Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

BRI Salurkan Dana Desa ke Wilayah Pesisir
Rabu, 19/07/2017 14:40 WIB

TEMINABUAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sorong yang mendapatkan kepercayaan menyalurkan dana desa di Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) mulai bergerak untuk menyalurkan dana desa ke sejumlah wilayah di Kabupaten Sorsel. Kesempatan pertama kali BRI Cabang Sorong melalui BRI Unit Teminabuan menyalurkan dana desa ke kampung-kampung wilayah pesisir yakni Distrik Inanwatan, Metemani, Kais, Kais Darat, Kokoda dan Kokoda Utara (Imekko). Penyerahan dana desa kepada 41 kampung yang tersebar di 6 wilayah Imekko berlangsung Jumat (14/7) lalu di ruang rapat Kantor Distrik Inanwatan. Bupati Sorsel Samsudin Anggiluli, SE menyerahkan dana desa secara simbolis sebesar Rp. Rp 465 825.000 dalam bentuk uang tunai kepada Kepala Kampung Mate Distrik Inanwatan didampingi bendahara. Puluhan kepala kampung serta bendahara kampung se-Distrik Inanwatan. Distrik Metemani, Distrik Kais, Distrik Kais Darat, Distrik Kokoda dan Distrik Kokoda Utara menyaksikan penyerahan dana desa yang berasal dari pemerintah pusat tersebut. Hadir dalam penyerahan dana desa tersebut antara lain Perwira Penghubung Kodim 1704 Sorong Wilson N Path, S.Sos; Asisten Manajer Bisnis Mikro BRI Cabang Sorong Maklon Simatupang, Kepala BRI Unit Teminabuan Abraham P Matulessy, SE Plt.Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Sorsel Yohan Bodori, S.Sos; Kabag Pemerintahan Kampung Setda Sorsel Roby Tinopi, SH; Kepala Distrik Inanwatan Markus Musake, S.Th; Kepala Distrik Kokoda Husein Tatorago,S.Sos serta puluhan kepala kampung dan aparat kampung di wilayah Imekko.     
 Pada kesempatan tersebut Bupati Samsudin Anggiluli meminta dengan tegas kepada kepala kampung agar menggunakan dana desa tersebut secara baik untuk kepentingan masyarakat. Pengelolaannya harus disaksikan seluruh warga dan aparat kampong serta diprogramkan secara bersama sama dengan aparat kampung. Alokasi Dana Desa sengaja diberikan pemerintah pusat untuk menggerakan serta mengajak partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat kampung bersama-sama kerja secara gotong royong. “Dengan demikian dapat membangkitkan kembali semangat kerja sama yang telah diwariskan nenek moyang kita,” tegasnya. 
 Bupati Samsudin Anggiluli juga menegaskan, pengelolaan dana desa sebaiknya melibatkan seluruh komponen masyarakat. Selain itu dikerjakan secara gotong royong mulai dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (RPJMK) sampai pada penyusunan Rencana Anggaran dan Belanja (RAB). Pekerjaan fisik diharapkan dilakukan oleh masyarakat setempat, sehingga dana yang ada dapat terserap di kampung masing-masing. Pemerintah pusat mengharapkan program tersebut dikerjakan masyarakat kampung sendiri, belanja barang sendiri dan nantinya membuat pertanggungjawaban sendiri. Pihaknya meminta agar pengelolaan dana desa dapat berjalan baik. Pemda telah menyediakan pendamping dana desa, oleh karena itu kepala kampung maupun bendahara terus berkoordinasi dengan pendamping, sehingga pengelolaan dana ini tidak diselewengkan dan sesuai perencanaan yang ada.
 Sementara Kepala Unit BRI Teminabuan Abraham P Matulessy mengharapkan kerja sama yang baik dari semua kepala kampung dan bendahara kampung untuk melengkapi semua persyaratan administrasi, sehingga pihaknya dapat melakukan eksekusi untuk mencairkan dana desa.
Dengan keterbatasan yang ada, BRI Unit Teminabuan tetap memberikan  pelayanan semaksimal mungkin hingga semua kampung dapat terlayani. Proses pencairan dana desa ini dilakukan di salah satu ruangan kantor Distrik Inanwatan. (humas/julius)