Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

Pemerintah Distrik Kais Gelar Festival Sagu
Kamis, 03/08/2017 09:24 WIB

 TEMINABUAN- Pemerintah Distrik Kais menggelar Festival Sagu di Kais pada har Minggu (30/7) lalu, bertempat di halaman kantor Distrik Kais. Kerajinan anyaman tas (noken), topi, pakaian tradisional yang terbuat dari daun sagu dan rumput, berbegai jenis olahan makanan yang terbuat dari sagu, serta seni budaya masyarakat setempat yang ditampilkan dalam tarian dan lagu pada Festival Sagu tersebut. Pengolahan sagu secara tradisional sampai menggunakan alat-alat modern seperti mesin parut sagu juga ditampilkan. Festival Sagu Distrik Kais 2017 yang berlangsung sehari ini digagas oleh mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang melaksanakan KKN-PPM di Distrik Kais. Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sorsel, khususnya di wilayah Distrik Kais dan sekitarnya

memberikan apresiasi terhadap Festival Sagu 2017 tersebut. Bahkan Bupati Sorong Selatan (Sorsel) Samsudin Anggiluli, SE didampingi Wakil Bupati (Wabup) Drs.Martinus Salamuk menghadiri dan membuka Festival Sagu Distrik Kais 2017.

 Bupati Samsudin Anggiluli pada kesempatan tersebut menjelaskan, Festival Sagu ini baru pertama kali terlaksana di Kabupaten Sorsel. Untuk itu dirinya atas nama pemerintah dan masyarakat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa UGM yang melaksanakan KKN-PPM di Distrik Kais dan diakhiri dengan Pagelaran Festival Sagu Distrik Kais 2017. Mahasiswa sudah membantu Pemkab Sorsel untuk memperkenalkan potensi yang ada di sini. Walaupun Festival Sagu ini dilaksanakan di distrik, namun merupakan ajang promosi potensi kekayaan daerah ke seluruh Indonesia dan bahkan sampai ke luar negeri. Wilayah Kabupaten Sorsel dan khususnya di wilayah Imekko termasik Distrik Kais, merupakan wilayah yang memiliki luas sagu terbesar di Indonesia dan bahkan di dunia.

Selain memberikan sambutan terkait penyelenggaraan Festival sagu tersebut, Bupati Samsudin Anggiluli di hadapan masyarakat yang hadir menyampaikan beberapa hal yang berhubungan dengan layanan pemerintahan yang telah berjalan normal. Pada momen baik ini juga dirinya menjelaskan tentang visi dan misi program pembangunan daerah lima tahun mendatang. Baik itu berhubungan dengan bidang layanan kesehatan, pendidikan, infastruktur serta pembangunan pemberdayaan masyarakat.

 Sementara koordinator mahasiswa KKN-PPM UGM Ega Dewa Putra menjelaskan, momen Festival Sagu ini merupakan momentum baik untuk mempromosikan dan melestarikan budaya lokal yang ada di Kabupaten Sorsel. Terlebih di wilayah Distrik Kais dan sekitarnya yang memiliki potensi alam melimpah termasuk seni budaya, harus diangkat dan dipromosikan sehingga dapat dikenal di dunia luar. Seni budaya dan adat istiadat yang ada harus tetap dipertahankan dan dilestarikan bagi generasi muda sekarang, sehingga tidak musnah oleh pengaruh perkembangan jaman. Festival sagu ini merupakan momentum untuk melestarikan seni, budaya serta adat, sehingga dapat diperkenalkan ke dunia luar. Walaupun sekarang arus modernisasi sudah sangat berpengaruh kuat bagi kelangsungan hidup manusia, tetapi seni budaya dan adat kita tidak boleh luntur.Diharapkan Festival Sagu seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun. Dengan demikian Festival Sagu akan menjadi salah satu ikon Sorong Selatan, sehingga dapat menarik minat wisatawan hadir di Sorong Selatan. (humas/julius)