Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

Pembangunan Rel Kereta Api Melintasi Kampung Klamit
Selasa, 21/11/2017 17:52 WIB

EMINABUAN-Program pemerintah pusat untuk menghubungkan kabupaten kota di tanah Papua dengan sarana transportasi kereta api bukan hanya asal bicara, tapi benar-benar dilaksanakan. Untuk itulah Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Papua Barat (PB) melaksanakan sosialisasi sekaligus konsultasi publik dalam rangka penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan rel kereta api Sorong-Manokwari Tahap I, yang melintasi Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel). Sosialisasi dan konsultasi publik dilaksanakan beberapa hari lalu di ruang rapat kantor Bupati Sorsel oleh konsultan PT Gelar Buana Semesta, menghadirkan SKPD terkait serta Kepala Distrik Saklma, Kepala Distrik Sawiat serta Kepala Kampung Mlabolo. Bersamaan dengan studi Amdal juga dilaksanakan studi Rencana Kerja Pengadaan Tanah untuk pembangunan rel kereta api serta stasiun kereta api. Sosialisasi dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Sorsel Drs.Martinus Salamuk. Setelah pembukaan langsung pemaparan materi oleh konsultan yang diikuti secara utuh oleh Wabup Martinus Salamuk.
 Berdasarkan penjelasan dari konsultan, pembangunan rel kereta api Sorong-Manokwari Tahap I sepanjang 75 km dari Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Kabupaten Sorsel. Wilayah Kabupaten Sorsel yang dilintasi jalur kereta api antara lain Kampung Klamit Distrik Salkma. Dampak yang ditimbulkan mulai dari tahap pra kontruksi, konstruksi dan tahap operasi akan dirasakan oleh masyarakat, termasuk dampak sosial. Untuk itulah konsultasi publik dilaksanakan guna menjaring saran dan masukan yang selanjutnya menjadi bahan penyempurnaan dokumen Amdal. Setelah dokumen Amdal selesai disusun akan diuji kembali dengan menghadirkan masyarakat.
 Diskusi atau dialog yang terjadi dalam konsultasi publik cukup hangat, karena peserta konsultasi publik mengingatkan konsultan soal hak ulayat atas tanah yang akan dibebaskan. Mengingat pengadaan tanah tidak mudah. Untuk itulah Dishub PB dan konsultan juga harus turun langsung ke masyarakat di lokasi yang menjadi lintasan kereta api melakukan konsultasi. Dengan demikian masyarakat dapat mengerti dan memahami dengan baik tujuan pemerintah.
 Mengakhiri konsultasi public Wabup Martinus Salamuk menegaskan, Pemkab Sorsel pada prinsipmya mendukung pembangunan rel kereta api tersebut. Untuk itulah akan diatur waktu supaya konsultan bersama Pemkab Sorsel turun ke Kampung Mlabolo dan Klamit, guna melakukan pendekatan serta konsultasi publik. (humas/julius)

Berita Lainnya