Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

Wakil Bupati Panen Perdana Padi Gogo
Rabu, 07/02/2018 08:36 WIB

TEMINABUAN-Selama ini kebutuhan beras di Sorong Selatan masih dipasok dari luar Sorong Selatan, karena produktivitas padi masih rendah dan tidak mampu mengimbangi laju pertambahan penduduk di Kabupaten Sorong Selatan. Untuk itulah pada tahun 2017 lalu Dinas Pertanian Kabupaten Sorsel mengembangkan komoditi padi seluas 20 ha yang ditanami jenis padi gogo dengan verietas ciherang yang mampu berproduksi rata rata 6 ton/ha. Pengembangan komoditi padi tersebut menggunakan dana APBD 2017, berlokasi di Kampung Bumi Ajo dan Hasik Jaya Distrik Moswaren. Komoditi padi yang ditanam tersebut telah membuahkan hasil dan dipanen pada Senin (22/1) lalu dalam kegiatan gerakan panen perdana padi langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Sorsel Drs.Martinus Salamuk serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
 Wabup Martinus Salamuk pada kesempatan tersebut menjelaskan, gerakan panen padi merupakan bagian tak terpisahkan dari kegiatan pengembangan padi untuk menjamin terlaksananya upaya peningkatan  produksi dan produktivitas serta ketersediaan stok pangan daerah dan nasional. Pihaknya berharap kegiatan ini merupakan cikal bakal geliat pembangunan pertanian di Kabupaten Sorsel. Diharapkan
tahun 2017 ini akan melaksanakan panen raya lagi bersama masyarakat di Moswaren. Setiap lahan tidur dan lahan pertanian di Moswaren harus dikembangkan dan ditanami dengan komoditi  pertanian strategis yang mampu memberi nilai tambah dan ciri khas Distrik Moswaren sebagai lumbung pangan Kabupaten Sorsel. Lahan lahan pertanian di Moswaren jangan sampai dibiarkan menjadi sia-sia dan tidak tergarap, sehingga kita bisa menunjukan bahwa Kabupaten Sorsel memiliki petani yang tangguh dan mampu menyumbang produksi padi bukan hanya bagi ketahanan pangan daerah namun juga bagi ketahanan pangan Nasional.
 Insan pertanian diminta untuk terus mengupayakan peningkatan usaha pertanian secara mandiri dan kontinyu.Bantuan yang diberikan oleh pemerintah bersifat stimulan atau rangsangan. Kemampuan pemerintah dalam menyediakan fasilitasi pertanian juga terbatas, baik dari segi jumlah maupun jenisnya, sehingga sangat diharapkan kemauan, kerja keras dan upaya  mandiri dari petani dalam memenuhi kebutuhanya. Hasil yang nantinya didapatkan oleh petani sepenuhnya merupakan milik petani dan diharapkan mampu mensejahterakan petani. Ikut dalam gerakan panen padi Wakapolres Sorsel Bidik Risalady, SH; Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 1704 Teminabuan  Wilson N Path,S.Sos, Kepala Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Teminabuan Inung Triafandi, Ketua DPRD Sorsel yang diwakili Anggota DPRD Yosias Homer, Kepala Dinas Pertanian Jonathan Thesia, SP, M.Si serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Sorsel. Hadir dalam acara ini kepala distrik Moswaren Yance Homer, sejumlah kepala kampung serta para petani dari wilayah Distrik Moswaren. (humas/julius)

Berita Lainnya