Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

Kerjasama dengan BPPT Latih Mama-Mama Papua
Rabu, 30/05/2018 21:49 WIB

TEMINABUAN-Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian (DKP3) terus berupaya meningkatkan kapasitas mama-mama Papua mengolah bahan pangan lokal. Untuk itulah DKP3 bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk melatih mama-mama Papua membuat tepung dari bahan pangan lokal, khususnya pisang, singkong dan betatas. Pelatihan yang digelar selama sehari tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati (Wabup) Drs.Martinus Salamuk Selasa (22/5) lalu di Gedung P3W GKI di Tanah Papua. Pelatihan tersebut diikuti oleh 30 orang mama-mama Papua yang selama ini tergabung dalam kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM). Narasumber yang turun tangan melatih mama-mama Papua yakni Bambang Hariyanto, Ade Syaepudin dan Hindun. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan tersebut mama-mama Papua dapat memproduksi tepung dari singkong, pisang dan betatas.
 Wabup Martinus Salamuk saat membuka pelatihan tersebut menjelaskan, pemerintah saat ini tengah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap tepung beras maupun tepung gandum untuk mengolah bahan pangan. Untuk itulah bahan pangan lokal saat ini diolah menjadi tepung dan bahan siap makan lainnya. Atau dengan kata lain Diversifikasi Pangan Gizi saat ini menjadi salah satu upaya pengurangan ketergantungan terhadap beras. Tentunya dengan narasumber yang berpengalaman mengembangkan berbagai teknologi pangan di BPPT, mama-mama Papua akan dilatih secara baik, sehingga mampu menerapkan apa yang telah disampaikan. Pihaknya meminta DKP3 melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis lainnya khususnya yang rumpun ekonomi dalam pelatihan tersebut. Dengan demikian Dinas Perindagkop dapat merencanakan pengalokasian modal usaha bagi kelompok UKM sekaligus pemasaran produk yang dihasilkan mama-mama Papua.
 Sementara itu Kepala DKP3 Leonard Momot, S.Pt saat menutup kegiatan menegaskan, bahwa pelatihan pembuatan tepung dari bahan pangan lokal tidak hanya sampai di pelatihan saja. Namun akan ditindaklanjuti dengan OPD teknis terkait untuk memacu mama-mama Papua berusaha atau meningkatkan produksinya. (humas/julius)

Berita Lainnya