Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

Wakil Bupati Serahkan Dana Desa Tahap I
Senin, 23/07/2018 13:17 WIB

TEMINABUAN-Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyalurkan dana desa kepada 121 kampung secara resmi mulai Senin (16/7) lalu, ditandai dengan penyerahan dana desa secara simbolis oleh Wakil Bupati (Wabup) Sorong Selatan (Sorsel) Drs.Martinus Salamuk secara simbolis kepada Kepala Kampung Tarof Distrik Kokoda Abdul Rauf Biawa. Penyaluran dana desa tersebut berlangsung di Aula Distrik Teminabuan. Wabup Martinus Salamuk menyerahkan dana desa dalam bentuk uang tunai secara simbolis. Bupati Sorsel Samsudin Anggiluli, SE serta manajemen PT BRI juga ikut menyaksikan penyerahan dana desa tersebut. Dana desa yang disalurkan tahap I sebesar 20 % dari alokasi dana desa yang telah ditetapkan. Selanjutnya pencairan dana tahap II sebesar 40 % dan pencairan dana tahap III sebesar 40%. Penyaluran dana desa tahap I sebesar 40 % dilakukan terlebih dulu, setelah kepala kampung menyelesaikan pertanggungjawaban barulah dana desa tahap II sebesar 40 % dicairkan.  Sebenarnya dana desa tahap I sudah dicairkan bulan Januari lalu, namun mengalami keterlambatan karena dokumen yang dipsersiapkan oleh aparat kampung dan bendahara belum lengkap.
 Bupati Samsudin Anggiluli pada kesempatan tersebut menegaskan, pengelolaan dana desa harus sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (RPJMK) dan Rencana Anggaran dan Belanja (RAB) yang dihasilkan dalam Musyawarah Kampung. Dana yang sudah digunakan segera dipertanggungjawabkan supaya dana tahap II segera dicairkan. Pihaknya meminta agar pengelolaan dana desa dapat berjalan baik. Masyarakat kampung juga harus berkoordinasi dengan pendamping dana desa yang disiapkan pemerintah, sehingga pengelolaan dana desa tidak diselewengkan dan sesuai perencanaan yang ada. Selain itu juga administrasi pelaporan penggunaan dana desa sesuai dengan petunjuk teknis (juknis).
 Sementara itu Plt.Kepala BPM Yohan Bodory menjelaskan, Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) mendapatkan alokasi dana desa dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tahun 2018 ini Kabupaten Sorsel mendapatkan alokasi dana desa sebesar Rp.90 Miliar lebih. Dana desa sebesar Rp.90 Miliar lebih tersebut akan dicairkan sebanyak 3 kali atau 3 tahap oleh BRI Unit Teminabuan yang sudah bekerja sama dengan Pemkab Sorsel. Pencairan tahap I kepada seluruh kampung sebesar 20 % atau di bawah Rp. 20 Miliar. Selanjutnya tahap II sebesar 40 % atau sekitar Rp.38 Miliar dan terakhir tahap III sebesar 40 persen atau sekitar Rp. 38 Miliar lebih. Pencairan dana desa dilakukan sesuai tahapan dan sesuai ketentuan yang berlaku. Dana desa tahap II bisa dicairkan setelah pertanggungjawaban penggunaan dana desa tahap I tuntas, begitupun dengan pencairan dana desa tahap III bisa dilaksanakan kalau pertanggungjawaban penggunana dana desa tahap II sudah selesai. Oleh karena itu kepala kampung sebagai Pengguna Anggaran harus memperhatikan penggunaan dana desa secara baik.
 Pencairan dana tahap I sebesar 20 % dilakukan mulai Senin (16/7) lalu hingga hari ini Jumat (20/7) kemarin. Setelah dana desa tahap I diterima, harus segera dipergunakan untuk pembangunan kampung sesuai dengan program yang telah ditetapkan masing-masing kampung dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kampung. Dengan demikian hasil pembangunan akan kelihatan dan terukur. Jika pelaksanaannya di luar dari program yang sudah ditetapkan bersama dengan masyarakat, nanti tidak ada hasil dan bendahara yang pusing terkait mekanisme pelaporannya. Keterbukaan atau transparan dalam pengelolaan pemanfaatan dana desa menjadi penting. Artinya jumlah nominal perolehan dana desa yang diterima, harus diberitahukan kepada seluruh masyarakat sebelum dipergunakan. (humas/julius)  

Berita Lainnya