Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

Masyarakat Adat Deklarasi Dukung Konservasi Perairan
Kamis, 30/08/2018 09:41 WIB

TEMINABUAN- Masyarakat adat Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) mendukung inisiasi Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) di wilayah Kabupaten Sorsel. Dukungan tersebut dilaksanakan dalam bentuk Deklarasi Adat Rabu (15/8) lalu di wilayah pesisir Kampung Konda-Wamargege Distrik Konda, yang ditandai pembacaan naskah Deklarasi oleh Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Kabupaten Sorsel Michael Momot, S.Pd. Selanjuutnya dilakukan ritual adat oleh para tokoh adat dan penandatanganan berita acara serta komitmen bersama. Kawasan konsevasi tersebut berbasis ekosistem mangrove yang akan menunjang perikanan berkelanjutan di wilayah pesisir Kabupaten Sorsel. Kawasan konsevasi perairan direncanakan meliputi 9 distrik pesisir pantai Kabupaten Sorsel dengan luas sekitar 338.323,99 hektar. Deklarasi adat ini juga untuk menghindari ancaman terhadap sumberdaya pesisir dan perikanan sehingga tetap ada, seperti degradasi ekosistem mangrove, penangkapan ikan ukuran kecil yang berlebihan dan penangkapan biota laut yang terancam punah.
 Ketua DAS Michael Momot menjelaskan, sistem pengelolaan sumber daya alam (SDA) perairan perlu ditata dengan atuan yang jelas, sehingga tidak seenaknya saja. Untuk itu perlu mendapat dukungan para kepala kampung. Termasuk pemerintah, organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dan DPRD. 
 Selanjutnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua Barat (PB) Jakobus Ayomi menjelaskan, deklarasi adat ini perlu mendapat dukungan semuan pihak. Konservasi wilayah perairan bukan hanya menjadi tanggung jawab kelompok tokoh dan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi dan dukungan seluruh masyarakat serta lembaga pemerhati lainnya.
 Sementara itu Bupati Sorsel Samsudin Anggiluli, SE meminta semua pihak harus mendukung deklarasi adat tersebut. Semua sumber daya alam yang ada harus dilindungi, sehingga dapat dikelola secara baik bagi kepentingan masyarakat sendiri. Pemerintah membuat aturan yang jelas terkait pengelolaan sumber daya alam perairan di Kabupaten Sorsel yang melimpah seperti udang, kepiting, ikan dan lainnya. Bukan hanya itu, tetapi juga perlu dibuat aturan larangan menebang hutan mangrove yang menjadi penyangga utama kelestarian segala jenis biota air.
 Hadir dalam acara deklarasi adat antara lain anggota MRPB Pokja Adat Mesak Kombado dan Semuel Kambuaya, Rosmini dari PSPL Sorong, Hari Swaminathan dari lembaga USAID Biro Asia, Celly Catharina dari Lembaga USAID Indonesia, Chris Rotinsulu dari USAI - SEA, para tokoh adat, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. (humas/julius)

Berita Lainnya