Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

Bupati 'Warning' Pimpinan OPD
Rabu, 10/10/2018 09:11 WIB

TEMINABUAN-Bupati Sorong Selatan (Sorsel) warning atau mengingatkan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera menyelesaikan tanggung jawab masing-masing dalam dua bulan ini. Kegiatan yang belum jalan segera dikerjakan, terutama kegiatanfisik. Pihaknya juga meminta keseriusan masing-masing OPD untuk memacu kegiatan agar terjadi peningkatan penyerapan anggaran. Mengingat hingga Triwulan IV ini penyerapan anggaran di Kabupaten Sorsel masih rendah.  Sudah memasuki bulan Oktober atau Triwulan IV, namun penyerapan anggaran masih rendah atau belum mencapai 50 %. Kuasa pengguna anggaran, PPK dan PPTK diminta serius untuk segera memacu kegiatan dengan mempedomani peraturan perundang-undangan tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Demikian penegasan Bupati Sorsel Samsudin Anggiluli, SE saat rapat monitoring meja Senin (1/10) lalu di ruang rapat kantor Bupati Sorsel.
 Pada kesempatan tersebut Bupati Samsudin Anggiluli menjelaskan, monitoring meja dilaksanakan untuk mengevaluasi penyerapan anggaran berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan masing-masing OPD tahun anggaran 2018 ini. Kegiatan pembangunan fisik di lapangan dengan realisasi keuangan sudah sesuai atau belum. Sejauh mana perkembangan realisasi fisik dan keuangan setiap kegiatan yang ada di OPD, baik capaian maupun kendala yang dihadapi setiap OPD. Untuk itulah Pimpinan OPD, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan bendahara kegiatan diminta memperhatikan dengan baik kondisi tersebut.
 Berdasarkan laporan Plt. Kepala Bappeda Sorsel Dance Nauw, SP.M.Si, realisasi masing-masing sumber dana yakni Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Bagi hasil (DBH) Migas rata-rata belum mencapai 50 %. Untuk itu seluruh Pimpinan OPD segera menyiapkan semua administrasi dokumen perencanaan kegiatan dan segera diserahkan ke Bappeda. Dengan demikian saat tim turun ke lapangan untuk monitoring lapangan sudah memegang dokumen kontrak, sehingga proses monitoring lapangan berjalan lancar. Data yang sudah dipegang tinggal disesuaikan dengan perkembangan pekerjaan fisik di lapangan. Tim yang dibentuk dalam 6 zona dan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sorsel. Saat tim turun ke lapangan, mereka akan berpegang pada dokumen kontrak pekerjaan yang berjalan. (humas/julius)

Berita Lainnya