Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

Petani dan PPL Dilatih Budidaya Jamur Merang
Selasa, 16/10/2018 09:32 WIB

TEMINABUAN-Jamur merang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan pangsa pasarnya bagus di Teminabuan. Apalagi media tumbuh jamur merang tersedia banyak di Teminabuan. Untuk itulah Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian mulai menggalakan budidaya jamur merang di petani. Namun sebelumnya petani dilatih membubidaya jamur merang terlebih dulu. Tahap awal pelatihan budidaya jamur merang diperuntukan bagi petani yang tinggal di Kampung Bariat, Distrik Konda dan Kampung Woloin, Distrik Seremuk. Mengingat kedua kampung tersebut merupakan daerah potensi tanaman sagu. Budidaya jamur merang yang dilatih tersebut menggunakan media tumbuh dari limbah sagu. Selain petani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) juga ikut dilatih. Pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari tersebut dibuka secara resmi oleh Plt.Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Leonard Momot, S.Pt Senin (8/10) lalu di Gedung Pertemuan Dinas Ketahanan Pangan.
 Ketua Panitia Alfius Kondororik, SP menjelakan, pelatihan budidaya jamur merang ini bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang budidaya jamur merang menggunakan media  tumbuh limbah atau ampas sagu. Selain teori, peserta juga akan praktek budidaya jamur merang menggunakan media tumbuh limbah sagu. Pihaknya mendatangkan instruktur atau pelatih budidaya jamur merang dari Pandeglang, Jawa Barat untuk melatih petani dan PPL yang berjumlah sekitar 40 orang.
 Sementara itu Plt.Kepala Dinas Ketahanan Pangan Leonard Momot saat membuka pelatihan menjelaskan, diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini petani setempat dapat memanfaatkan potensi yang ada diantaranya limbah sagu untuk mengembangkan budidaya jamur merang, guna meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu juga jamur merang dapat dimanfaatkan sebagai sayuran untuk menunjang kebutuhan pangan keluarga. Untuk itu pihaknya meminta keseriusan semua peserta mengikuti pelatihan, sehingga nantinya dapat bermanfaat bagi semua peserta dan dapat menularkan kepada petani lainnya. (humas/julius)

Berita Lainnya