Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

Dinas Ketahanan Pangan Promosi Olahan Pangan Lokal
Selasa, 16/10/2018 09:51 WIB

TEMINABUAN- Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) mempromosikan produk pangan lokal yang dihasilkan kaum Perempuan di Kabupaten Sorsel. Ajang Promosi Produk Pangan Lokal yang digelar Senin (15/10) kemarin di Aula P3W Distrik Teminabuan memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati pangan lokal tersebut, sekaligus membelinya. Produk pangan lokal yang ditampilkan antara lain aneka produk pisang, singkong atau kasbi, ubi jalar atau keladi serta sagu. Produk panganan keripik kasbi, keripik keladi dan keripik pisang. Selain itu juga ada aneka kue sagu, mie kuah dan mie goreng berbahan sagu serta cendol berbahan sagu. Kuliner pangan lokal seperti keladi tumbuk, pisang rebus serta petatas atau talas. Produk pangan lokal yang ditampilkan tersebut juga dijual.
 Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sorsel Leonard Momot, S.Pt tersebut dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat serta menggali potensi kekayaan alam yang bisa diolah menjadi makan sehat dan bernilai gizi tinggi. Kelompok masyarakat, khususnya yang memiliki keterampilan dalam mengolah berbagai bahan makanan lokal menjadi aneka makanan berigizi tinggi serta bernilai ekonomis tampil dalam Promosi Produk Pangan Lokal. Aneka menu makanan lokal ini disajikan dengan berbagai sayuran dan lauk lokal yang ada di Teminabuan dan sekitarnya serta bernilai gizi tinggi.
 Pada kesempatan tersebut Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Leonard Momot
menjelaskan, berbagai potensi makanan lokal ini sangat baik dikonsumsi bagi setiap orang dan bermanfaat untuk kesehatan. Dibandingkan makanan lain seperti nasi yang menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia, masih mengandung zat gula yang tentu dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan. Potensi pangan lokal di Teminabuan dan sekitarnya bisa diolah menjadi makanan yang bernilai gizi tinggi, atau bisa dijadikan kuliner seperti kue, keripik dan lain-lain yang bernilai ekonomis bagi masyarakat. Lewat kegiatan ini pihaknya berupaya untuk menghidupkan serta memberdayakan masyarakat.
 Lanjut Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Leonard Momot, terlebih potensi sagu yang melimpah di Kabupaten Sorsel saat ini bukan hanya menjadi makanan lokal tetapi sudah mendunia, karena merupakan makanan sehat tanpa kadar gula. Bahkan melalui dua pabrik sagu yang ada di Sorsel, hasil olahan tepung sagu yang diproduksi saat ini sudah terjual ke luar daerah bahkan ke luar negeri. Hal ini menandakan bahwa, sagu merupakan makanan sehat yang sudah dilirik oleh masyarakat dunia. Untuk itu potensi sagu ini harus dimanfaatkan, sehingga berdampak bagi peningkatan ekonomi keluarga. Pihaknya akan mempromosikan potensi sagu pada kegiatan Hari Pangan se-Dunia di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (humas/julius)

Berita Lainnya