Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

Disnakertrans Gelar Kursus Mengemudi bagi OAP
Jumat, 23/11/2018 08:48 WIB

Sekaligus Mendapat SIM A Gratis
 TEMINABUAN-Sebanyak 30 orang asli Papua (OAP) dilatih mengemudi kendaraan roda empat oleh instruktur dari Satuan Lalulintas Polres Sorong Selatan (Sorsel). Pelatihan mengemudi yang dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Disnakertrans Dra. Cornelia Sahetapi Jumat (16/11) minggu lalu berlangsung di Aula P3W Teminabuan. Hadir dalam pembukaan kegiatan Kasat.Lantas Polres Sorsel Iptu Syarifuddin, peserta pelatihan dan staf Disnakertrans Kabupaten Sorsel.
 Sekretaris Disnakertrans Cornelia Sahetapi dalam sambutannya menjelaskan, pelatihan mengemudia mobil tersebut merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah untuk memberdayakan serta mensejahterakan masyarakat. Untuk itu diharapkan peserta pelatihan harus mengikuti pelatihan dengan serius, agar kelak bisa mandiri atau memperoleh pekerjaan. Terutama masyarakat asli Papua dari tanah Tehit harus betul-betul berjuang untuk menjadi lebih baik. Jangan hanya masyarakat pendatang yang berkembang. Tetapi OPA juga harus bangkit dan tunjukan bahwa OAP juga bisa dan mampu.
 Sementara itu Kabid Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja Disnakertrans Rahmat Parintak, SE selaku ketua panitia menjelaskan, pelatihan mengemudi mobil merupakan salah satu bentuk pelayanan pemerintah bagi masyarakat. Tujuannya untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan tenaga kerja.  Peserta akan dilatihan oleh personil Satuan Lantas Polres Sorsel selama 15 hari ke depan. Peserta merupakan pencari kerja dan diambil dari semua distrik yang ada di wilayah Kabupaten Sorsel. Seluruh biaya pelatihan ditanggung oleh pemerintah. Setelah mengikuti pelatihan dan dinyatakan lulus oleh instruktur, maka peserta juga diberikan SIM A secara gratis. Dari tahun 2013 sampai 2017, pelatihan mengemudi kendaraan roda empat telah diikuti oleh 75 orang dan sekitar 80 persen sudah bekerja. (humas/julius)

Berita Lainnya