Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

Tokoh Agama Deklarasi Ciptakan Kerukunan
Rabu, 06/03/2019 15:14 WIB

TEMINABUAN-Tokoh agama di Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) sepakat untuk mempertahankan kerukunan umat beragama yang selama ini sudah terjaga dengan baik. Untuk itulah tokoh agama Kristen Protestan, Kristen Katolik, Islam dan Hindu mendeklarasikan upaya untuk menciptakan kerukunan umat beragama dengan menolak berita hoaks, mencegah pengrusakan fasilitas ibadah serta tidak membawa urusan politik ke dalam urusan agama yang dapat memecah belah umat. Deklarasi yang dilaksanakan Kamis(28/2) lalu di Auditorium GKI Marthen Luther Wermith setelah dilaksanakan Seminar Lintas Agama, dengan pembicara dari Polres Sorsel, Pemkab Sorsel, Kantor Kementrian Agama serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).


 Bupati Sorong Selatan (Sorsel) Samsudin Anggiluli saat membuka kegiatan Seminar Lintas Agama tersebut menjelaskan,  selama ini kehidupan umat beragama di Kabupaten Sorsel dalam suasana yang aman, tentram dan damai. Meskipun ada berbagai agama, namun masyarakat hidup berdampingan dan saling tolong menolong. Semua ini berkat segala upaya masyarakat dan stakeholder yang ada dalam menjaga kerukunan umat beragama. Semangat kebersamaan ini harus terus dipupuk dan dijaga oleh kita bersama. Keberagaman dan pluralisme  merupakan anugerah yang Tuhan berikan bagi bangsa kita Indonesia.
 Lanjut Bupati Samsudin Anggiluli, selain keberagaman budaya, suku, agama dan ras, perbedaan-perbedaan juga sering terjadi didalam memahami suatu permasalahan serta pemecahannya. Memiliki keberagaman dan pluralisme merupakan salah satu potensi dan aset daerah yang harus dikelola dengan baik, bukan menjadi penghalang untuk kita bersama-sama memajukan daerah tercinta. Apalagi menjelang Pemilu 2019 ini. Jangan sampai karena beda pilihan kita saling membenci, ini tidak boleh terjadi. Pesta politik 5 tahun sekali, tapi kebersamaan ini selamanya. Peran tokoh agama sangat menentukan.


 Sementara itu Kapolres AKBP Hans Rahmatulloh, S.IK menegaskan, tokoh agama juga perlu menyampaikan dalam setiap khotbah saat ibadah tentang dampak negatif penjualan miras dan melanggar aturan. Penjual miras ini juga harus diberi sentuhan rohani, sehingga tidak menjual miras. Mengingat tindak kejahatan atau tindak pidana yang terjadi selama ini dipicu oleh miras. (humas/julius)

Berita Lainnya