Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

2564 Pencari Kerja ikut Ujian CPNS
Sabtu, 27/04/2019 07:04 WIB

TEMINABUAN-Bupati Sorong Selatan (Sorsel) Samsudin Anggiluli, SE secara resmi membuka pelaksanaan ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang meliputi Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) dan Seleksi Kemampuan Bidang Rabu (24/4) lalu, bertempat di SMK Yapis Teminabuan. Pembukaan ditandai dengan pemukulan tifa dan dilanjutkan dengan pembukaan segel pintu masuk ruangan ujian yang menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dan segel server soal SKD dan SKB. Pembukaan segel tersebut juga disaksikan oleh perwakilan peserta ujian CPNS sebanyak 4 orang. Dengan demikian pelaksanaan ujian CPNS tersebut benar-benar jujur atau tidak ada permainan ataupun kebocoran soal ujian. Hadir dalam pembukaan ujian CPNS tersebut Panitia Seleksi Nasional dari Kantor Regional (Kanreg) XI Badan Kepegawaian Negara (BKN) Manado Andi Patonangi, SH serta tim dari kanreg XIV BKN Manokwari. Wakil Bupati (Wabup) Sorsel Drs.Martinus Salamuk juga hadir dalam pembukaan ujian CPNS tersebut.


 Pada kesempatan tersebut Bupati Samsudin Anggiluli menegaskan, bahwa pelaksanaan seleksi CPNS formasi 2018 menggunakan sistem CAT atau berbasis komputer bertujuan untuk mendapatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berkualitas dalam melaksanakan tugasnya nanti. Mengingat berdasarkan evaluasi BKN masih banyak PNS yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik karena tidak memiliki kompetensi. Dengan sistem CAT ini nilai langsung keluar setelah selesai menjawab soal. Jadi tidak ada pengaruh siapapun terhadap kelulusan atau keberhasilan peserta ujian CPNS. Pihaknya memasang 2 televisi di luar dengan maksud supaya orang tua peserta tes CPNS bisa lihat di layar TV nilai anaknya yang sedang ujian CPNS, apakah wah...atau aduh....


 Lanjut Bupati Samsudin Anggiluli, penentuan kelulusan dalam SKB dan SKD CPNS formasi 2018 menggunakan sistem peringkat atau rangking bukan menggunakan passing grade. Bupati, Wakil Bupati, Sekda atau siapapun juga termasuk kepala suku tidak menentukan kelulusan ujian CPNS. Oleh karena itu pihaknya berharap peserta ujian CPNS jangan percaya informasi hoax atau abal-abal. Semuanya tergantung pada kemampuan ataupun kompetensi CPNS. Peserta seleksi CPNS jangan percaya kalau ada pihak tertentu yang mengaku dapat membantu peserta seleksi CPNS lulus seleksi. Semuanya dilaksanakan secara transparan atau terbuka. (humas/julius)

Berita Lainnya