Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

312 Orang Antri Tunaikan Ibadah Haji
Kamis, 01/08/2019 10:00 WIB

TEMINABUAN-Sebanyak 312 orang masih antri atau masuk daftar tunggu sampai dengan 16 Juli lalu untuk menunaikan ibadah haji. Mengingat terbatasnya kuota haji untuk Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel). Tahun 2019/1440 H ini Kabupaten Sorsel mendapat kuota haji sebanyak 30 orang, meningkat dari tahun-tahun sebelumnya kuota haji Kabupaten Sorsel yang Cuma 21 orang. Masa tunggu untuk menunaikan ibadah haji rata-rata 14 tahun kalau kuota haji 21 orang. Sedangkan kalau kuota haji sama dengan tahun 2019 ini yakni 30 orang, maka masa tunggu rata-rata 10 tahun. Kuota haji untuk Provinsi Papua Barat pada musim haji 1440 H/2019 M sebanyak 935 orang, terdiri dari 2 kelompok terbang (kloter) lebih yakni kloter 20 dan 21 merupakan kloter utuh. Sisanya akan bergabung di kloter 22 bersama jamaah asal Makassar. Khusus calon jamaah haji asal (CJH) Kabupaten Sorsel akan tergabung pada gelombang II kloter 21 embarkasi Makassar, merupakan kloter utuh dengan jumlah calon jamaah haji sebanyak 450 orang. Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sorsel telah mempersiapkan CJH dengan maksimal, mulai dari bimbingan manasik haji, panduan perjalanan haji, hikmah ibadah haji sampai tuntunan keselamatan doa dan zikir. Demikian laporan Kepala Kantor Kemenag Sorsel Drs. D.M. Syaranamual, M.Pd saat pelepasan CJH musim haji 1440 Hijriyah/ 2019 Masehi asal Kabupaten Sorsel sebanyak 30 orang di Gedung Putih Teminabuan pada Rabu (17/7) lalu dan telah bergabung dengan CJH lainnya di Asrama Haji Makassar.


 Bupati Samsudin Anggiluli yang diwakili Staf Ahli Bupati bidang keuangan Drs.Alexander Homer pada kesempatan tersebut menegaskan, Ibadah Haji hendaknya bermuara pada perubahan perilaku bukan untuk CJH itu sendiri melainkan juga bagi sesama, bangsa dan negara. Ibadah Haji harus dilaksanakan secara utuh, sebagai kontrak kita dengan Allah SWT untuk meninggalkan sifat dan tabiat kita yang tidak baik sebelumnya. Selain menunaikan ibadah haji, CJH juga sebagai duta-duta daerah yang berbaur dengan berbagai suku bangsa di dunia. Oleh karena itu CJH harus menghormati, menghargai bangsa lain, terutama di tanah suci Mekkah tempat penyelenggaraan Ibadah Haji. CJH juga harus menjaga kesehatan karena iklim di Indonesia tidak sama dengan di Arab Saudi. Kalau kesehatan terganggu, maka ibadah haji juga tidak akan berjalan dengan lancar. Kebersamaan CJH dari Kabupaten Sorsel harus dijaga, jangan jalan sendiri-sendiri.

 Lanjut Staf Ahli Bupati Alexander Homer, kebersamaan juga dipertahankan dalam hubungan antar umat beragama, atau dengan kata lain toleransi umat beragama tetap dijaga. Pihaknya meminta semua masyarakat mendoakan CJH dapat tiba di Mekkah menjalankan Ibadah Haji dengan baik dan kembali ke Teminabuan juga dengan baik dan lengkap 30 orang. Pihaknya juga meminta CJH saat menjalankan Ibadah Haji mendoakan Kabupaten Sorsel dalam melaksanakan pembangunan berjalan dengan baik dan lancar untuk mensejahterakan masyarakat. (jus)