Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

Yayasan Pelita Kasih Bangun Gedung SMA
Kamis, 22/08/2019 13:22 WIB

TEMINABUAN-Yayasan Pelita Kasih Mandiri Sorong Selatan membangun gedung SMA Harapan Kasih yang berlokasi di Kampung Keyen, Distrik Teminabuan. Pembangunan gedung SMA Harapan Kasih ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Sorong Selatan (Sorsel) Samsudin Anggiluli, SE baru-baru ini di lokasi gedung SMA Harapan Kasih. Sekaligus menyematkan atribut sekolah kepada perwakilan siswa. Peletakan batu pertama pembangunan gedung SMA Harapan Kasih dirangkai dalam ibadah yang dipimpin oleh Pdt.Marselina Kbarek, S.Si. Hadir dalam ibadah peletakan batu pertama antara lain Wakil Bupati Sorsel Drs.Martinus Salamuk, anggota DPRD Papua Barat Aminadab Asmuruf, Ketua TP-PKK Ny.Beatriks Anggiluli, Ketua GOW Ny.Dahlia Salamuk, pemilik tanah adat serta Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


 Ketua Yayasan Pelita Kasih Mandiri Zipora Hombore, S.Th saat menyampaikan sambutan menjelaskan, Yayasan Pelita Kasih Mandiri yang berdiri pada tahun 2010 lalu telah membuka lembaga Taman Kanak-Kanak (TK)/Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pelita Kasih dan mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pelita Kasih pada tahun yang sama. Yayasan Pelita Kasih Mandiri berniat membantu masyarakat dan pemerintah di bidang pendidikan dengan mendirikan SMA Harapan Kasih untuk menampung anak-anak lulusan SMP di Kampung Keyen dan Moswaren. Dengan demikian anak-anak tersebut tidak perlu jauh-jauh ke Teminabuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Jumlah tenaga pengajar di SMA Harapan Kasih sebanyak 10 orang, siswa angkatan I sebanyak 10 orang. Proses belajar mengajar sementara menggunakan ruang belajar SD YPK Keyen. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada pemilik tanah adat yang telah melepaskan tanahnya untuk dibangun gedung SMA Harapan Kasih.


 Sementara itu Bupati Samsudin Anggiluli pada kesempatan tersebut menegaskan, suatu daerah akan maju karena pendidikan masyarakatnya. Untuk itulah Kabupaten Sorsel mempunyai visi kedua yaitu Cerdas. Pihaknya memberikan apresiasi kepada Yayasan Pelita Kasih Mandiri yang telah mendirikan lembaga pendidikan bagi anak-anak. Apalagi Yayasan Pelita Kasih tidak terikat dengan agama tertentu seperti Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) dan Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) dan Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK). Diakuinya faktor jarak rumah ke tempat pendidikan mempengaruhi anak melanjutkan pendidikan atau tidak. Hadirnya SMA Harapan Bangsa dapat mengakomodir siswa lulusan SMP yang ada di Kampung Keyen dan sekitarnya, bahkan dari Distrik Wayer dan Distrik Teminabuan. Pemerintah tidak akan menutup mata dengan Yayasan Pelita Kasih Mandiri. Tentuya dengan koordinasi yang baik sebagai mitra pemerintah.
 Acara peletakan batu pertama pembangunan gedung SMA Harapan Kasih diakhiri dengan jamuan kasih bersama. (humas/julius)

Berita Lainnya