Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

263 Penjabat Kepala Kampung Persiapan Dilantik
Rabu, 04/09/2019 14:57 WIB

TEMINABUAN-Bupati Sorong Selatan (Sorsel) Samsudin Anggiluli, SE melantik sebanyak 263 orang Penjabat (Pjt).Kepala Kampung Persiapan yang tersebar di 15 distrik. Pelantikan dilaksanakan secara simbolis setiap distrik 1 orang Pjt.Kepala Kampung Persiapan baru-baru ini bertepatan dengan HUT Kabupaten Sorsel-16 pada 6 Agustus lalu di Lapangan Trinati, Teminabuan. Pelantikan 263 orang Pjt.Kepala Kampung Persiapan tersebut berdasarkan Keputusan Bupati Sorsel nomor 100/01/BSS/I/Tahun 2019 tentang Pengangkatan Penjabat Kepala Kampung Persiapan di Lingkungan Kabupaten Sorong Selatan. Lima belas orang Kepala Kampung Persiapan menggunakan pakaian kebesaran mewakili rekan-rekannya sesama kepala kampung untuk dilantik Bupati Samsudin Anggiluli.
 Kelima belas orang perwakilan Pjt.Kepala Kampung Persiapan antara lain Yoram Lokden Distrik Fkour, Thonce Aru Distrik Wayer, Adam Salti Distrik Salkma, Adolf Dere Distrik Kais Darat, Welem Sepa Distrik Kais, Agustinus Srekya Distrik Seremuk, MG Talakua Distrik Metemani, Absalom Srefle Distrik Teminabuan, Ariyance Suga-Suga Distrik Inanwatan, Obet Homer Distrik Moswaren, Matias Wagarefe Distrik Saifi, Habel Krimadi Distrik Sawiat, Siti Juleha Fatagar Distrik Kokoda, Alfred Nabi Distrik Kokoda Utara dan Obaja Mitjibaru Distrik Konda. Prosesi pelantikan Pjt. kepala kampung persiapan diawali pembacaan Surat Keputusan Bupati, pengambilan sumpah/janji jabatan, penyematan tanda jabatan dan pelantikan ditanda pembacaan naskah pelantikan oleh Bupati Samsudin.
 Bupati Samsudin Anggiluli pada kesempatan tersebut menjelaskan, pelantikan kepala kampung persiapan dilaksanakan setelah Gubernur Papua Barat memberikan rekomendasi dan persetujuan tentang pembentukan kampung persiapan di Kabupaten Sorsel, yang tercantum dalam Surat Gubernur Papua Barat nomor 135.2/1810/G-PB/XI/2018.
Tugas kepala kampung persiapan adalah mempersiapkan status hukum masing-masing kampung persiapan menjadi kampung defenitif serta melayani masyarakat. Kepala kampung persiapan perlu koordinasi dengan kepala kampung induk dan kepala distrik terkait persiapan menuju kampung defenitif. Tidak kalah penting Pjt.kepala kampung persiapan harus bekerja keras supaya jumlah penduduk memenuhi ketentuan serta kejelasan batas wilayah kampung. Kalau tidak memenuhi ketentuan dalam 2-3 tahun ke depan kampung persiapan akan dikembalikan ke kampung induk. Sebaliknya kalau memenuhi ketentuan, maka status kampung persiapan diusulkan ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menjadi kampung defenitif. (humas/julius)