Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

Dinkes Gelar Rapat Koordinasi Bahas Pencegahan Stunting
Rabu, 04/12/2019 12:16 WIB

TEMINABUAN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong Selatan (Sorsel) melalui Dinas Kesehatan kembali menggelar pertemuan koordinasi penyusunan program kegiatan lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Sorsel Tahun 2019 di ruang rapat kantor Bupati baru-baru ini. Pertemuan tersebut sangat penting untuk penyataaan komitmen dari Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait dengan penurunan stunting. Apalagi permasalahan stunting ini sudah menjadi perhatian serius Presiden Jokowi. Untuk itulah Pemda diharapkan segera melakukan aksi daerah. Pertemuan koordinasi Kamis kemarin yang digelar tersebut rencananya akan diakhiri dengan komitmen bersama. Namun sayangnya sejumlah OPD terkait yang penting tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Untuk itulah staf ahli Bupati bidang Keuangan Drs.Alexander Homer yang mewakili Bupati Sorsel Samsudin Anggiluli akan melaporkan kepada Bupati Samsudin Anggiluli tentang kondisi tersebut.


 Berdasarkan undangan yang disebar OPD terkait antara lain Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Pemberdayaaan Masyarakat (BPM), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Namun yang hadir hanya Kepala Dinas Pendidikan Hengky Gogoba, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Leonard Momot dan Kepala Dinas P3A Dominggas Kambu.
 Dalam pertemuan koordinasi tersebut, Staf Ahli Bupati bidang keuangan Alexander Homer menjelaskan, untuk masalah stunting di Kabupaten Sorsel, diperlukan kerja sama dari stakeholder ataupun instansi terkait untuk berkoordinasi dan melakukan sosialisasi dalam upaya penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Sorsel. Termasuk di dalamnya melakukan program dan kegiatan di OPD terkait untuk mencegah dan menurunkan stunting. Pihaknya berharap dengan adanya pertemuan koordinasi ini dapat menekan angka stunting di Kabupaten Sorsel, sehingga mengalami penurunan. Sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut stunting. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
 Lanjut Alexander Homer, kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah. Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global. Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih.
 Pada kesempatan tersebut Dinas Kesehatan Kabupaten Sorsel menampilkan staf Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Abdul Haris Renyaan untuk menyampaikan materi tentang pentingnya pencegahan dan penurunan stunting melibatkan OPD terkait. Pertemuan akan dilanjutkan pada kesempatan lain untuk membahas Rencana Aksi Daerah (RAD) dalam upaya mencegah dan menurunkan stunting. (humas/julius)

Berita Lainnya