Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

Wakil Bupati dan Forkopimda Tanam Pohon di Kawasan RSUD
Rabu, 04/12/2019 13:04 WIB

TEMINABUAN- Wakil Bupati (Wabup) Sorong Selatan (Sorsel) Drs.Martinus Salamuk menanam pohon tanaman hias pucuk merah atau nama latinnya Syzygium oleana secara simbolis di halaman RSUD Scholoo Keyen. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Sorsel dan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pelajar ikut menanam pohon tanaman hias di halaman RSUD Scholoo Keyen. Penanaman pohon yang dilaksanakan baru-baru ini dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional tahun 2019 di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Papua Barat (PB). Penanaman pohon serentak tahun 2019 ini dilaksanakan oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit V Sorong Selatan dengan tema ‘Daerah Aliran Sungai (DAS) Sehat,Sejahterakan Rakyat’. Jenis tanaman yang disiapkan sebanyak 800 anakan terdiri dari tanaman kehutanan, tanaman hias dan tanaman serba guna. Sebanyak 200 anakan ditanam di halaman RSUD Scholoo dan poros jalan utama. Sisanya ditanam di Resort KPH yang berada di Moswaren dan Sasnek. Kegiatan penanaman pohon tersebut dihadiri oleh Marthen Kabiay, S.Hut, M.Si dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XVI Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta sejumlah Pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Sorsel.


 Wabup Martinus Salamuk saat membacakan sambutan Gubernur Papua Barat menjelaskan, Kepala daerah di Provinsi PB telah berkomitmen untuk membangun dengan memperhatikan kelestarian sumber daya alam dan ekosistemnya. Kabupaten yang ada di provinsi PB memliki kawasan hutan yang cukup luas dan beberapa bagian sudah dikonversi untuk pembangunan dan berbagai kepentingan lainnya. Oleh karena itu kawasan hutan yang masih tersisa perlu dijaga kelestariannya. Semua pihak harus manfaatkan hutan secara baik dan bijaksana serta menjaga kelestariannya agar manfaatnya berkelanjutan dan tetap lestari. Kawasan hutan yang sudah kritis ditanam kembali dan dipelihara, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan fungsinya sebagai hutan konservasi, hutan lindung dan hutan produksi.  


 Lanjut wabup Martinus Salamuk, beberapa waktu lalu Gubernur PB bupati/walikota se-Provinsi PB telah mendeklarasikan Provinsi PB sebagai Provinsi Konservasi dan telah disampaikan saat Konferensi Internasional Keanekaragaman Hayati Ekonomi Kreatif dan Pariwisata pada bulan Oktober 2018 lalu. Untuk itulah setiap kegiatan pembangunan yang dilakukan di Provinsi PB harus selalu dilaksanakan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, agar tidak merusak lingkungan. (humas/julius)

Berita Lainnya