Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

Usai Dilantik, Pengurus P2TP2A ikut Pembekalan
Jumat, 20/12/2019 09:32 WIB

TEMINABUAN-Bupati Sorong Selatan (Sorsel) Samsudin Anggiluli, SE, MAP yang diwakili Staf Ahli Bupati bidang Sosial Budaya (Sosbud) Yakob Thesia, S.Pd melantik pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sorsel periode 2019-2021. Pelantikan yang berlangsung baru-baru ini di Aula SMAN 1 Teminabuan sekaligus dengan pembekalan pengurus P2TP2A dan juga tokoh perempuan lainnya oleh narasumber dari Universitas Cenderawasih (Uncen). Kedua narasumber tersebut adalah Dr.Kristina Sawen, SH, MH dan  Dahliana Ketaren, SH, MH. Prosesi pelantikan Pengurus P2TP2A Kabupaten Sorsel dibawah kepemimpinan Lina Lince T. Flassy, SE, MM diawali dengan pembacaan Keputusan Bupati Sorsel Nomor 061/67/BSS/XII/2019 tentang pembentukan organisasi P2TP2A Kabupaten Sorse periode 2019-2021. Selanjutnya pembacaan naskah pelantikan oleh Staf Ahli Bupati bidang Sosbud Yakob Thesia dan diteruskan dengan penanadatanganan berita acara.


 Pertimbangan pembentukan organisasi P2TP2A antara lain tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan perbuatan melanggar hukum dan hak asasi manusia (HAM), sehingga perlu dilindungi secara menyeluruh dan pelayanan terpadu kepada korban akibat tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Untuk itulah pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak perlu dibina. Komposisi organisasi Papua melibatkan anggota poilisi, anggota Koramil, pegawai Lembaga Pemasyaakatan (Lapas) Kelas III Teminbauan, praktisi hukum, tokoh agama, Direktur RSUD Scholoo, Kepala Pusskesmas, tokoh agama dan lainnya.


 Organisasi P2TP2A mempunyai tugas memberdayakan dan melindungi perempuan dan anak korban tindak kekerasan serta melindungi saksi dan atau korban tindak pidana perdagangan orang/anak dan perlindungun khusus bagi anak. Keanggotaan P2TP2A bersifat sukarela dan terbuka untuk masyarakat, baik atas nama individu maupun institusi atau lembaga kemasyarakatan, organisasi profesi dan badan usaha yang mempunyai kepedulian terhadap perempuan dan anak korban tindak kekerasan serta perlindungan kepada saksi dan/atau korban perdagangan orang/anak dan perlindungan khusus bagi anak.
 Staf Ahli Bupati bidang Sosbud Yakob Thesia saat menyampaikan sambutan meminta, agar nama-nama yang banyak dalam kepengurusan semuanya aktif. Jangan cuma asal nama saja. Organisasi tersebut sangat bagus dan harus tunjukan aksinya melindungi perempuan dan anak korban kekerasan. Materi yang disampaikan oleh narasumber dari Uncen Jayapura harus diikuti dengan baik, sehingga menjadi bekal dalam melaksanakan tugas. Bila perlu bertanya kalau ada yang tidak jelas penjelasannya. (humas/julius)

Berita Lainnya