Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

Wabup-Wakapolres Tanam Pohon
Senin, 13/01/2020 13:40 WIB

TEMINABUAN-Dalam rangka mendukung program Polisi Republik Indonesia (Polri) peduli penghijauan yang digelar oleh Polres Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel), Wakil Bupati (Wabup) Sorsel Drs.Martinus Salamuk bersama dengan Wakapolres Sorsel Kompol Tutur Opusunggu dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sorsel, Pimpinan OPD terkait, seluruh anggota Polres Sorsel, anggota Bhayangkari, anggota Tim Penggerak PKK, tokoh masyarakat dan mahasiswa menanam pohon di sekitar lingkungan Mapolres Sorsel yang baru Jumat (11/1) lalu. Sebelum dilakukan penanaman pohon, kegiatan diawali dengan Apel Persiapan Penanaman Pohon yang digelar di halaman Mapolres Sorsel yang baru di Sungguer dipimpin oleh Wakapolres Sorsel Kompol Tutur Opusunggu.


 Wabup Martinus Salamuk pada kesempatan tersebut mengapresiasi dan mendukung program yang dicanangkan oleh Kapolri. Kegiatan ini seiring dengan status Provinsi Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi. Hal ini patut dilakukan oleh seorang pemimpin dengan harapan mendorong masyarakat agar memiliki kepedulian yang sama terhadap lingkungan. Untuk itu Wabup Martinus Salamuk juga mengimbau seluruh masyarakat untuk bisa melakukan kegiatan yang sama, dengan melakukan penanaman pohon untuk menghijaukan kembali lingkungan sekitar.


 Sementara itu Wakapolres Sorsel Kompol Tutur Opusunggu mengatakan, bibit tanaman yang ditanam merupakan bantuan Cabang Dinas Kehutanan Kabupaten Sorsel, KPHP Sorsel dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sorsel. Jenis bibit tanaman antara lain tanaman kehutanan dan buah-buahan.

Program Polri ini salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan, dan upaya untuk mendukung program pemerintah dalam mencegah pemanasan global maupun bencana alam. Kita ikuti di media televisi di sejumlah wilayah Indonesia terjadi bencana banjir dan juga longsor karena penggundulan hutan. Untuk itulah perlu dilakukan penghijauan. Anak cucu kita yang akan menikmati apa yang kita lakukan saat ini pada 10 hingga 15 tahun ke depan. (humas/julius)

Berita Lainnya